Halaman

Rabu, 10 April 2013

KEEFEKTIFAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 PALEMBANG



KEEFEKTIFAN MEDIA AUDIOVISUAL
DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK
SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 PALEMBANG

NAMA           : NURUL SAFITRI
NIM                : 312010116
           
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Belajar mengajar adalah suatu proses yang mengolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik. Nilai-nilai itu tidak datang sendiri melainkan diambil dari berbagai sumber. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan  sebagai tempat di mana bahan pengajaran terdapat atau asal belajar untuk seseorang. Udin Saripudin dan Winataputra (1999:65) dalam Syaiful Bahri Djamarah (2002) mengelompokkan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori yaitu manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan dan media pendidikan. Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik. Aneka macam media  pendidikan yang digunakan oleh guru menjadi media sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik.
Dalam pendidikan dimasa lalu, guru merupakan satu-satunya sumber belajar anak didik, sehingga kegiatan pendidikan cenderung masih tradisional. Tetapi lain halnya dengan masa sekarang, perangkat teknologi sudah ada di mana-mana, pertumbuhan dan perkembanganya kian pesat hingga wabahnyapun menyusup ke dalam dunia pendidikan.
Di sekolah-sekolah kini, teknologi sudah digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Teknologi yang disepakati sebagai media tidak hanya alat bantu belajar tetapi juga sebagai sumber belajar dalam proses belajar mengajar.
Salah satu media belajar adalah media audiovisual yaitu media yang mengandalkan kemampuan suara dan gambar. Media audiovisual sering digunakan guru sebagai media belajar untuk mepermudah penyampaian materi. Hal tersebut sependapat dengan Yudhi Munandi (2008:56) mengemukakan media audio visual adalah media yang melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses.
 Oleh karena itu, penulis tertarik melakukan penelitian tentang keefektifan media audiovisual dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palembang. Sepengetahuan penulis penelitian tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya.
B.     Rumusan Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah apakah media audiovisual efektif  dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palembang?
C.    Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah media audiovisual efektif kegunaannya dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palembang.
D.    Hipotesis
       Media audiovisual efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palembang.
E.     Kegunaan Penelitian
 Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat:
1.      Bagi siswa, dengan adanya penelitian ini maka siswa dapat meningkatkan kemampuan menyimak menjadi lebih baik dengan menggunakan media audiovisual.
2.      Bagi guru, diharapkan dapat dijadikan bahan acuan untuk meningkatkan mutu pelajaran bahasa Indonesia.
3.      Bagi penulis, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penulis dalam meningkatkan kemampuan menyimak menjadi lebih baik.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.    Pengertian Media
Secara umum media merupakan  alat bantu dalam proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menstimulasi pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pembelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Seperti yang diungkapkan oleh Latuheru (1988:11) media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi.
AECT (Association for Education and Communicatian Technology) dalam Harsoyo (2002) mengatakan bahwa “media pembelajaran merupakan segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi.” Sedangkan menurut Hamalik (1994:12) menyatakan bahwa media pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran disekolah.
Jadi dapat disimpulkan bahwa media adalah alat atau perantara yang dipakai untuk menyampaikan ide, gagaasan, pesan atau informasi antara guru dan siswa sebagai proses interaksi belajar yang terencana, tersusun dan terarah untuk mengerti dan memahami sesuatu agar menjadi lebih jelas.
B.     Pengertian Media Audiovisual
Media pembelajaran berpengaruh pada proses belajar siswa dalam pengajaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Media pembelajaran dibedakan menjadi beberapa jenis yang salah satu diantaranya yaitu media audio visual. Menurut Yudhi Munandi (2008:56) mengemukakan “media audiovisual adalah media yang melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses”. Pendapat lain dikemukakan oleh Wina Sanjaya (2008:172) menyatakan bahwa “media audiovisual adalah jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat.”
Pendapat yang berbeda dikemukakan oleh Azhar Arsyad (2010:30) menyatakan bahwa “Pembelajaran melalui audio visual adalah produksi dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran serta tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol yang serupa.”
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa media audiovisual adalah media atau alat bantu dalam proses pembelajaran yang menggunakan indera pendengar sekaligus indera penglihat, serta mengandung unsur suara dan unsur gambar yang diharapkan dapat membantu untuk lebih cepat memahami materi pembelajaran.
C.    Pengertian Menyimak
Dalam proses pembelajaran siswa pastinya melakukan kegiatan menyimak. Menyimak merupakan kegiatan mendengarkan dan memahami materi pelajaran yang dijelaskan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Menurut Anderson dalam Tarigan (2008:28) “menyimak sebagai proses besar mendengarkan, mengenal, serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan”.
Tarigan (2008:19) menyatakan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
Pendapat lain juga dikatakan oleh Sutari,dkk (1997:17) yang mengungkapkan:
“Menyimak memiliki makna mendengarkan atau memperhatikan baik-baik apa yang dikatakan orang lain. Jelas faktor kesengajaan dalam kegiatan menyimak cukup besar, lebih besar daripada mendengarkan karena dalam kegiatan menyimak ada usaha memahami apa yang disimaknya sedangkan dalam kegiatan mendengarkan tingkatan pemahaman belum dilakukan. Dalam kegiatan menyimak bunyi bahasa yang tertangkap oleh alat pendengar lalu diidentifakasi, dikelompokkan menjadi suku kata, kata, frase, klausa, kalimat, dan akhirnya menjadi wacana.”

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa menyimak merupakan suatu keterampilan dalam berbahasa dengan mendengarkan lambang-lambang lisan, memahami, menginterpretasikan informasi yang diperoleh serta memaknai komunikasi yang disampaikan oleh pembicara.
BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini terdiri dari 2 variabel, yaitu variabel independen dan variabel dependen. Variabel independennya adalah tingkat menyimak siswa dan variabel dependennya adalah media audiovisual.
Dengan demikian rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut :


 

B.     Populasi dan Sampel
1)        Populasi
Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan, jadi populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya (Margono, 2003:118). Sedangkan menurut Sugiono (2006:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Menurut Ibnu Hajar (1999:133) mengatakan bahwa populasi adalah kelompok besar individu yang mempunyai karakteristik umum yang sama.
Dapat disimpulkan bahwa populasi adalah sekelompok individu yang ada dalam wilayah generalisasi dam memiliki karateristik untuk dapat dipelajari serta ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang terdapat di SMP Negeri 7 Palembang.

2)        Sampel
Menurut Ibnu Hajar, sampel ialah kelompok kecil individu yang dilibatkan langsung dalam penelitian (1999:133). Menurut Margono, sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu (2003:121). Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan sampel adalah bagian dari populasi atau kelompok kecil dari populasi yang dilibatkan dalam penelitian dan dijadika contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu.
Teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling) dari seluruh kelas yang ada di SMP Negeri 7 Palembang. Dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling yaitu dari jumlah seluruh kelas yang ada akan diambil satu (1) kelas, dan peneliti memilih sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palembang.
C.    Istrumen Penelitian
Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis (esai).

DAFTAR RUJUKAN SEMENTARA
Arsyad, Azhar. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta:RajaGrafindo Persada.
Callifornia, 1977. AECT. ”The Definition of Educational Technology“, 1977. Edisi Indonesia diterbitkan CV Rajawali dengan judul Defenisi Teknologi Pendidikan. (SERI PUSTAKA TEKNOLOGI PENDIDIKAN NO.7).

Djamarah, Syaiful Bahri; Aswan Zain (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. Rineka Cipta.

Hadjar, Ibnu, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1999.
                                                                          
Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung : Sinar Baru.
Ice Sutari, dkk. 1998. Menyimak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Bagian Proyek Penataran Guru SLTP setara DIII.

Latuheru. 1988. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini. Jakarta: Depdikbud.

Margono, S. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta:Rineka Cipta.
Munandi, Yudhi. 2008. Media Pembelajaran. Cipayung-Ciputat: Gaung Persada.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan RD. Bandung: Alfabeta.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Wina, Sanjaya. 2008. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Prenada Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar