KEEFEKTIFAN
MEDIA AUDIOVISUAL
DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN
MENYIMAK
SISWA
KELAS VII SMP NEGERI 7 PALEMBANG
NAMA : NURUL SAFITRI
NIM : 312010116
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Belajar mengajar adalah suatu proses
yang mengolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik.
Nilai-nilai itu tidak datang sendiri melainkan diambil dari berbagai sumber.
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai tempat di mana bahan pengajaran terdapat atau asal belajar
untuk seseorang. Udin Saripudin dan Winataputra (1999:65) dalam
Syaiful Bahri Djamarah (2002) mengelompokkan
sumber-sumber belajar menjadi lima kategori yaitu manusia, buku perpustakaan,
media massa, alam lingkungan dan media pendidikan. Media pendidikan sebagai
salah satu sumber belajar ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik.
Aneka macam media pendidikan yang
digunakan oleh guru menjadi media sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik.
Dalam pendidikan dimasa lalu, guru
merupakan satu-satunya sumber belajar anak didik, sehingga kegiatan pendidikan
cenderung masih tradisional. Tetapi lain halnya dengan masa sekarang, perangkat
teknologi sudah ada di mana-mana,
pertumbuhan dan perkembanganya kian pesat hingga wabahnyapun menyusup ke dalam
dunia pendidikan.
Di sekolah-sekolah kini, teknologi
sudah digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Teknologi yang disepakati
sebagai media tidak hanya alat bantu belajar tetapi juga sebagai sumber belajar
dalam proses belajar mengajar.
Salah satu media belajar adalah media
audiovisual yaitu media yang
mengandalkan kemampuan suara dan gambar.
Media
audiovisual sering digunakan guru sebagai media belajar untuk mepermudah
penyampaian materi. Hal tersebut sependapat dengan Yudhi
Munandi (2008:56) mengemukakan media audio visual adalah media yang melibatkan
indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses.
Oleh karena itu,
penulis tertarik melakukan penelitian tentang keefektifan media audiovisual dalam
meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palembang.
Sepengetahuan penulis penelitian tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya.
B. Rumusan
Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah apakah media
audiovisual efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 7
Palembang?
C.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui apakah media audiovisual efektif kegunaannya dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 7
Palembang.
D.
Hipotesis
Media audiovisual efektif dalam meningkatkan
kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palembang.
E.
Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan
dapat bermanfaat:
1.
Bagi siswa, dengan adanya
penelitian ini maka siswa dapat meningkatkan kemampuan menyimak menjadi lebih
baik dengan menggunakan media audiovisual.
2.
Bagi guru, diharapkan dapat
dijadikan bahan acuan untuk meningkatkan mutu pelajaran bahasa Indonesia.
3.
Bagi penulis, hasil penelitian
ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penulis dalam meningkatkan
kemampuan menyimak menjadi lebih baik.
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA
A.
Pengertian Media
Secara umum media
merupakan alat bantu dalam proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang
dapat dipergunakan untuk menstimulasi pikiran, perasaan, perhatian dan
kemampuan atau ketrampilan pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya
proses belajar. Seperti yang diungkapkan oleh Latuheru (1988:11)
media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses
penyajian informasi.
AECT (Association for Education and Communicatian
Technology) dalam Harsoyo (2002) mengatakan bahwa “media pembelajaran merupakan
segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi.” Sedangkan
menurut Hamalik (1994:12) menyatakan bahwa media pendidikan adalah alat, metode
dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan
interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran
disekolah.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa media adalah alat atau perantara yang dipakai untuk
menyampaikan ide, gagaasan, pesan atau informasi antara guru dan siswa sebagai proses interaksi belajar
yang terencana, tersusun dan terarah untuk mengerti dan memahami sesuatu agar
menjadi lebih jelas.
B. Pengertian Media Audiovisual
Media pembelajaran berpengaruh pada proses belajar siswa
dalam pengajaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Media pembelajaran
dibedakan menjadi beberapa jenis yang salah satu diantaranya yaitu media audio visual.
Menurut Yudhi Munandi (2008:56) mengemukakan “media audiovisual adalah media yang
melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses”. Pendapat
lain dikemukakan oleh Wina Sanjaya (2008:172) menyatakan bahwa “media
audiovisual adalah jenis media yang selain mengandung unsur suara juga
mengandung unsur gambar yang bisa dilihat.”
Pendapat yang berbeda dikemukakan oleh Azhar Arsyad
(2010:30) menyatakan bahwa “Pembelajaran melalui audio visual adalah produksi
dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran serta
tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol yang
serupa.”
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa
media audiovisual adalah media atau alat bantu dalam proses pembelajaran yang
menggunakan indera pendengar sekaligus indera penglihat, serta mengandung unsur
suara dan unsur gambar yang diharapkan dapat membantu untuk lebih cepat
memahami materi pembelajaran.
C. Pengertian Menyimak
Dalam proses pembelajaran siswa pastinya melakukan
kegiatan menyimak. Menyimak merupakan kegiatan mendengarkan dan memahami materi
pelajaran yang dijelaskan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar
berlangsung. Menurut Anderson dalam Tarigan (2008:28) “menyimak sebagai proses
besar mendengarkan, mengenal, serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan”.
Tarigan (2008:19) menyatakan bahwa menyimak adalah suatu
proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian,
pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap
isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh sang pembicara
melalui ujaran atau bahasa lisan.
Pendapat lain juga dikatakan oleh Sutari,dkk (1997:17)
yang mengungkapkan:
“Menyimak memiliki makna mendengarkan atau memperhatikan baik-baik
apa yang dikatakan orang lain. Jelas faktor kesengajaan dalam kegiatan menyimak
cukup besar, lebih besar daripada mendengarkan karena dalam kegiatan menyimak
ada usaha memahami apa yang disimaknya sedangkan dalam kegiatan mendengarkan
tingkatan pemahaman belum dilakukan. Dalam kegiatan menyimak bunyi bahasa yang
tertangkap oleh alat pendengar lalu diidentifakasi, dikelompokkan menjadi suku
kata, kata, frase, klausa, kalimat, dan akhirnya menjadi wacana.”
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
menyimak merupakan suatu keterampilan dalam berbahasa dengan mendengarkan lambang-lambang
lisan, memahami, menginterpretasikan informasi yang diperoleh serta memaknai komunikasi
yang disampaikan oleh pembicara.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini
terdiri dari 2 variabel, yaitu variabel independen dan variabel dependen.
Variabel independennya adalah tingkat menyimak siswa dan variabel dependennya
adalah media audiovisual.
Dengan demikian rancangan penelitian ini
adalah sebagai berikut :
![]() |
B. Populasi dan Sampel
1)
Populasi
Populasi adalah seluruh data
yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita
tentukan, jadi populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya (Margono, 2003:118).
Sedangkan menurut Sugiono (2006:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
Menurut Ibnu Hajar (1999:133) mengatakan bahwa populasi adalah kelompok besar
individu yang mempunyai karakteristik umum yang sama.
Dapat disimpulkan bahwa
populasi adalah sekelompok individu yang ada dalam wilayah generalisasi dam
memiliki karateristik untuk dapat dipelajari serta ditarik kesimpulannya. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang terdapat di SMP Negeri 7
Palembang.
2)
Sampel
Menurut Ibnu Hajar, sampel ialah kelompok kecil individu
yang dilibatkan langsung dalam penelitian (1999:133). Menurut Margono, sampel
adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh yang diambil dengan
menggunakan cara-cara tertentu (2003:121). Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan sampel adalah bagian
dari populasi atau kelompok kecil dari populasi yang dilibatkan dalam
penelitian dan dijadika contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara
tertentu.
Teknik pengambilan sampel secara acak (random
sampling)
dari seluruh kelas yang ada di SMP Negeri 7 Palembang. Dalam
penelitian ini menggunakan teknik random sampling yaitu dari jumlah
seluruh kelas yang ada akan diambil satu (1) kelas, dan peneliti memilih sampel dalam penelitian ini adalah siswa
kelas VII SMP Negeri 7 Palembang.
C. Istrumen Penelitian
Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah tes tertulis (esai).
DAFTAR RUJUKAN SEMENTARA
Arsyad, Azhar.
(2011). Media Pembelajaran. Jakarta:RajaGrafindo
Persada.
Callifornia, 1977. AECT. ”The Definition of Educational Technology“, 1977. Edisi Indonesia
diterbitkan CV Rajawali dengan judul Defenisi
Teknologi Pendidikan. (SERI PUSTAKA TEKNOLOGI PENDIDIKAN NO.7).
Djamarah, Syaiful Bahri; Aswan Zain (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta.
Rineka Cipta.
Hadjar, Ibnu, Dasar-Dasar
Metodologi Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada, 1999.
Hamalik, Oemar.
1994. Media Pendidikan. Bandung :
Sinar Baru.
Ice Sutari, dkk. 1998.
Menyimak. Jakarta: Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan, Bagian Proyek Penataran Guru SLTP setara DIII.
Latuheru. 1988. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar
Mengajar Masa Kini. Jakarta: Depdikbud.
Margono, S. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta:Rineka
Cipta.
Munandi, Yudhi.
2008. Media Pembelajaran.
Cipayung-Ciputat: Gaung Persada.
Sugiyono.
2006. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan
RD. Bandung: Alfabeta.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menyimak
Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Wina, Sanjaya. 2008. Pembelajaran
Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Prenada Media.
